Libur panjang yang bertepatan dengan hari raya Imlek kemarin membuat saya berpikir untuk memanjakan diri dengan bersenang-senang. Masalahnya budget yang saya miliki tidak terlalu banyak jika harus datang ke tempat-tempat wisata di luar kota/salon mahal/ke mal untuk nonton film, dsb (maklum memasuki tanggal krisis). Saya pun mencari alternatif dimana dengan dana murah saya bisa menyenangkan hati dan tidak bosan hanya sekedar berada di rumah. Akhirnya saya putuskan mengunjungi suatu pusat sejarah di sudut kota Jakarta, yaitu "Kota Tua".
Bersama dengan kekasih yang selalu setia menemani kemana pun saya pergi :) juga dengan sepasang suami-istri sahabat saya jadilah kita seharian mengelilingi beberapa museum sepanjang blok "Kota Tua".
Tempat pertama yang saya kunjungi adalah Museum Bank Indonesia. Untuk ukuran museum lumayan menarik karena dilengkapi fasilitas teater room, ruang peralihan numismatik, ada pula sejarah tentang Bank Indonesia yang disajikan melalui layar digital (LCD widescreen), dan tentunya poster-poster, lukisan-lukisan, dan uang-uang kuno. Hasrat narsis pun mulai muncul untuk berfoto ria di sepanjang objek yang saya anggap unik dan menarik. Tiket masuk ???? gratis alias ga bayar .... he..he..
Kemudian melangkah ke gedung sebelahnya yaitu Museum Bank Mandiri yang kelihatannya lebih tua dan identik dengan barang-barang tua. Museum ini terdiri dari 3 lantai termasuk basement. Di sini akan ditemukan beberapa ruangan tua yang kosong dan ruangan yang memamerkan barang-barang peninggalan lama seperti brankas uang, mesin penghitung uang, mesin tik, lemari katalog, dsb. Ternyata ukuran museum ini lebih luas dan besar dibandingkan Museum Bank Indonesia, bahkan saya hampir kelelahan menyusuri tiap sudutnya. Tiket masuk ???? karena saya adalah nasabah Bank Mndiri maka saya dibebaskan dari tiket masuk yang berkisar antara 1000-2000 rupiah :)
Tak sabar untuk melanjutkan penjelajahan berikutnya, setelah makan siang, maka saya dan kekasih masuk ke Museum Sejarah (Fatahillah) yang hanya butuh jalan kaki dari lokasi sebelumnya. Koleksi di sini jauh lebih sedikit, konon barang-barang tua seperti lemari, kursi, meja, lukisan, tempat tidur yang seluruhnya nampak terbuat dari kayu merupakan peninggalan dari raja sebelumnya. Museum ini hanya terdiri dari 2 lantai, tidak terlalu luas dan lebih gelap ... Tiket masuk 2000 rupiah, murah kan ...
Itulah perjalanan terakhir liburan kali ini, meskipupn hasrat narsis & keingintahuan saya belum sepenuhnya terpuaskan, masih ada 2 museum yang tidak sempat saya kunjungi yaitu Museum Wayang dan Museum Keramik karena terlalu sore & museum sudah tutup. Lain waktu saya pasti kembali ke sana ....
Lumayan liburan kali ini menyenangkan, dengan dana murah meriah, pengetahuan saya juga bertambah mengenai sejarah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar