Kamis, 23 Oktober 2008

Miris .... Hik .. Hik ...

Sebagai warga yang baik seharusnya kita memilih figur yang dianggap layak sebagai pemimpin, yah minimal yang lebih baik dari sebelumnya (klo memang belum puas dengan kinerja terdahulu). Jalur kampanye adalah salah satu cara yang digunakan untuk menarik minat agar kita memberikan suara saat Pemilihan tiba. Semakin bagus dan kreatif caranya semakin dipilih deh, apalagi yang mencoba mencari perhatian melalui bagi-bagi banyak hal (duit, kaos, sembako,dll).

Tapi sayang moment ini di luar dugaan. Berniat mencari suara massa apalah daya berujung petaka. Ini kisah tentang Walikota Tangerang yang niat menjabat untuk kedua kalinya, dengan berkampanye di hari terakhir yang katanya seeh ingin menyajikan hiburan dengan cara yang berbeda. Danau/Situ Cipondoh adalah tempat yang biasanya digunakan masyarakat Tangerang untuk rekreasi, selain banyak tempat makan, bisa main sepeda air, di sana juga bisa memancing ikan gratis lho. Nah strategi inilah yang digunakan untuk mengumpulkan warga dengan cara yang unik. Menyebar ikan sebanyak 1 ton untuk diperebutkan sebanyak mungkin&membawa pulang tanpa bayar sepeser pun. Tidak semudah itu, karena cara mendapatkannya pun harus unik pula yaitu dengan berenang bukan dengan memancing yang biasa dilakukan atau dengan jala untuk menangkap ikan.

Dari sinilah petaka berawal. Tak disangka jumlah masyarakat yang datang diluar dugaan, terutama yang tergolong kalangan menengah bawah (iyalah namanya juga gratis). Dari anak sampai orang tua turut serta. Sayangnya yang dibawa pulang bukan ikan justru kabar kematian. Diketahui bahwa 2 anak tewas terinjak-injak saat mengikuti acara rebutan ikan tersebut. Bukan hanya itu, ternyata berdasarkan info dari Panwaslu, kegiatan kampanye dengan rebutan ikan tersebut sebelumnya tidak dilaporan ke panwas. Selain itu, data pelanggaran kampanye yang tercatat telah ada 11 laporan dan sanksi yang diberikan hanya sebatas sanksi administrasi. Rencananya, pelanggaran-pelanggaran tersebut akan dilaporkan ke KPU Kota Tangerang.

Seandainya pemimpin punya cara yang lebih baik untuk mendekatkan diri kepada rakyatnya dengan cara yang lebih edukatif mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini.

Huh .... kira-kira sukses ga ya Wahidin&Arif mengambil kembali simpati masyarakat Tangerang .... We will see ...

Tidak ada komentar: